20 December 2011

Asuhan keperawatan Gastritis

KONSEP MEDIS

1. Definisi

Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung. Gastritis merupakan suatu keadaan peradangan atau perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronis, difus atau lokal (Patofisiologi, Sylvia A Price hal 422)
Gastritis adalah Suatu peradangan permukaan mukosa lambung yang akut dengan kerusakan kerusakan erosi.
Gastritis merupakan salah satu penyakit yang paling banyak dijumpai diklinik Penyakit Dalam ( IPD jilid II Edisi 3)
Gastritis terbagi dua yaitu :
Gastritis akut
Kelainan klinis akut yang jelas penyebabnya dengan tanda dan gejala yang khas. Biasanya ditemukan sel inflamasi akut dan neurofil. Salah satu bentuk gastritis akut yang sering dijumpai di klinik ialah gastritis akut erosi
Gastritis Kronis
Inflamasi lambung yang lama fapat disebabkan oleh ulkus benigna atau maligna dari lambung, atau oleh bakteri Helicobacter pylory
Penyebabnya tidak jelas, sering bersifat multifactor dengan perjalanan klinik yang bervariasi. Kelainan ini berkaitan erat dengan infeksi H.pylor (Erfandi, 2009)
2. Etiologi
Penyebab dari Gastritis dapat dibedakan sesuai dengan klasifikasinya:
Gastritis Akut
Penyebab penyakit ini, antara lain :
Obat- obatan : Aspirin , obat anti inflamasi nonsteroid ( AINS )
Alkohol
Gangguan mikrosiskulasi mukosa lambung : trauma, luka bakar, sepsis. Stress Fisis : Luka bakar, sepsis, trauma pembedahan , dll.
Secara Makroskopik terdapat lesi erosi mukosa dengan lokasi berbeda. Jika ditemukan pada korpus dan fundus, biasanya disebabkan karena stress. Jika disebabkan karena obat-obatan AINS, Terutama ditemukan didaerah antrum, namun dapat juga menyeluruh. Sedangkan secara mikroskopik, terdapat erosi dengan regenerasi epitel, dan ditemukan reaksi sel inflamasi neutrofil yang minimal
Gastritis Kronik
Penyebab dan patogenesis pada umumnya belum diketahui Gastritis ini merupakan kejadian biasa pada orang tua, dan Sering dijumpai bersama dengan penyakit lain Beberapa peneliti menghubungkan dengan proses imunologi .
3. Patofisiologi
Gastritis Akut
Zat iritasi yang masuk ke dalam lambung akan mengiitasi mukosa lambung. Jika mukosa lambung teriritasi ada 2 hal yang akan terjadi :
1. Karena terjadi iritasi mukosa lambung yang befungsi sebagai kompensasi lambung. . Maka sekresi mukosa yang berupa HCO3 akan meningkat. Di lambung HCO3 akan berikatan dengan NaCL sehingga menghasilkan HCI dan NaCO3.
Hasil dari penyawaan tersebut akan meningkatkan asam lambung. Jika asam lambung meningkat maka akan meningkatkan mual muntah, maka akan terjadi gangguan nutrisi cairan & elektrolit
2. Iritasi mukosa lambung akan menyebabkan mukosa inflamasi, jika mukus yang dihasilkan dapat melindungi mukosa lambung dari kerusakan HCL maka akan terjadi hemostatis dan akhirnya akan terjadi penyembuhan tetapi jika mukus gagal melindungi mukosa lambung maka akan terjadi erosi pada mukosa lambung. Jika erosi ini terjadi dan sampai pada lapisan pembuluh darah maka akan terjadi perdarahan yang akan menyebabkan nyeri dan hypovolemik.
Gastritis Kronik
Gastritis kronik disebabkan oleh gastritis akut yang berulang sehingga terjadi iritasi mukosa lambung yang berulang-ulang dan terjadi penyembuhan yang tidak sempurna akibatnya akan terjadi atrhopi kelenjar epitel dan hilangnya sel pariental dan sel chief. Karena sel pariental dan sel chief hilang maka produksi HCL. Pepsin dan fungsi intrinsik lainnya akan menurun dan dinding lambung juga menjadi tipis serta mukosanya rata, Gastritis itu bisa sembuh dan juga bisa terjadi perdarahan serta formasi ulser.
Helicobacter pylori merupakan bakteri gram negatif. Organisme ini menyerang sel permukaan gaster, memperberat timbulnya desquamasi sel dan munculah respon radang kronis pada gaster yaitu : destruksi kelenjar dan metaplasia. Metaplasia adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh terhadap iritasi, yaitu dengan mengganti sel mukosa gaster, misalnya dengan sel desquamosa yang lebih kuat. Karena sel desquamosa lebih kuat maka elastisitasnya juga berkurang.
Pada saat mencerna makanan, lambung melakukan gerakan peristaltik tetapi karena sel penggantinya tidak elastis maka akan timbul kekakuan yang pada akhirnya menimbulkan rasa nyeri. Metaplasia ini juga menyebabkan hilangnya sel mukosa pada lapisan lambung, sehingga akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah lapisan mukosa. Kerusakan pembuluh darah ini akan menimbulka
4 Manifestasi klinik
Gastritis Akut
Sindrom dispepsia berupa nyeri epigastrium, mual, muntah, kembung, merupakan salah satu keluhan yang sering muncul. Ditemukan pula perdarahan saluran cerna berupa hematemesis dan melena, kemudian disusul dengan tanda-tanda anemia pasca perdarahan. Biasanya, jika dilakukan anamnesis lebih dalam, terdapat riwayat pengguna obat-obatan atau bahan kimia tertentu
Gastritis Kronik
Kebanyakan klien tidak mempunyai keluhan, hanya sebagian kecil mengeluh nyeri ulu hati, anoreksia, nausea, dan keluhan anemia dan pemeriksaan fisik tidak di jumpai kelainan.
5. Pemeriksaan Penunjang
Endoskopi
Berdasarkan pemeriksaan endoskopi ditemukan eritema mukosa
Pemeriksaan Hispatologi : akan tampak kerusakan mukosa karena erosi tidak pernah melewati mukosa muskularis.
Analisa gaster : untuk mengetahui tingkat sekresi HCL, sekresi HCL menurun pada klien dengan gastritis kronik.

6. Penatalaksanaan
Penatalaksaan keperawatan dan Medik
1. Gastritis Akut
Gastritis akut diatasi dengan menginstruksikan pasien untuk menghindari alcohol sampai gejala berkurang. Bila pasien mampu makan melalui mulut, anjurkan diet mengandung gizi. Bila gejala menetap, cairan perlu diberikan secara parenteral. Bila pendarahan terjadi maka penatalaksanaannya adalah serupa dengan prosedur yang dilakukan hemoragi saluran gastrointestinal. Bila gastritis diakibatkan oleh mencerna makanan yang sangat asam atau alkali, pengobatan terdiri dari pengenceran dan penetralisasi agen penyebab
 Untuk menetralisasi asam gunakan antasida umum ( aluminium hidroksida ) untuk menetralisasi alkali dengan menggumnakan jus lemon encer dan cuka encer
Terapi pendukung mencakup intubasi, analgesic dan sedative , antasida , serta cairan intravena. Endoskopi fiberoptik mungkin diperlukan. Pembedahan darurat mungkin diperlukan untuk mengangkat gangrene atau jaringan perforasi. Gasrojejunostomi atau reseksi lambung mungkin diperlukan untuk mengatasi obstruksi pylorus.
2. Gastritis Kronik
Diatasi dengan memodifikasi diet pasien meningkatkan istirahat mengurangi stress, dan memulai farmakoterapi. H. Pylori dapat diatasi dengan antibiotic ( Seperti : Tetrasiklin, atau amoksisilin ) dan garam bismuth (Pepton-Bismol). Pasien dengan gastritis A biasanya mengalamu malabsorpsi Vitamin B12 yang disebabkan oleh adanya antibody terhadap factor intrinsik.



















KONSEP KEPERAWATAN

1. Pengkajian
1) Apakah pasien mengeluh nyeri ulu hati, tidak dapat makan, mual , dan muntah
2) Kapan terjadi gejala, apakah sebelum makan, setelah makan, stelah mencerna makan pedas, obat-obatan tertentu, atau alcohol
3) Apakah gejala berhubungan dengan ansietas, stress, alergi, makan minum terlalu banyak, atau makan terlalu cepat
4) Bagaiman gejalanya berkurang atau hilang
5) Apakah ada riwayat penyakit lambung sebelumnya
6) Apakah pasien ada muntah darah atau tidak
7) Adanya nyeri tekan abdomen
8) Dehidrasi atau perubahan turgor kulit atau membrane mukosa kering
Adapun data-data yang harus di kaji pada pasien dengan Gastritis yaitu :
DATA FOKUS : Pemeriksaan abdomen kiri atas ( Hipokondria sinistra )
Data subjektif
 Klien mengatakan tidak ada nafsu makan , mulut terasa pahit , nyeri uluhati, rasa mual dan muntah, sulit tidur, badan terasa lemas, tidak dapat melakukan aktivitas.
Data Objektif
 Adanya nyeri tekan, gelisah, banyak berkeringat, wajah tampak pucat, penurunan berat badan, turgor kulit jelek, bibir tampak kering, pasien selalu bertanya-tanya tentang penyakitnya, pasien tidak melakukan aktifitas, porsi makan tidak dihabiskan.
Faktor predisposisi dan presipitasi
 Faktor predisposisi adalah bahan-bahan kimia, merokok, kafein, steroid, obat analgetik, anti inflamasi, cuka atau lada.
 Faktor presipitasinya adalah kebiasaan mengkonsumsi alcohol dan rokok, penggunaan obat-obatan, pola makan dan diet yang tidak teratur, serta gaya hidup seperti kurang istirahat.
2. Diagnosa Keperawatan
1) Gangguan keseimbangan volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat, muntah.
2) Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat, anorexia.
3) Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan inflamasi mukosa lambung
4) Keterbatasan aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik.
5) Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi.
3. Intervensi , dan Rasional
Intervensi Keperawatan pada Askep Gastritis
Diagnosa Keperawatan 1 :
Gangguan keseimbangan volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat, muntah.
Kriteria Hasil :
Membran mukosa lembab, turgor kulit baik, elektrolit kembali normal, pengisian kapiler berwarna merah muda, tanda vital stabil, input dan output seimbang
.Intervensi
a. Catat karakteristik muntah/ drainase
R / Membantu dalam membedakan penyebab distress gaster . Kandungan empedu kuning kehijauan menunjukkan pylorus terbuka kandungan fekal menunjukkan obstruksi usus. Darah merah cerah atau perdarahan menandakan adanya arterian akut.
b. Awasi tanda vital
R/ perubahan tekanan darah dan nadi dapat digunakan perkiraan kasar kehilangan darah ( misalnya TD < 90 mmHg. Dan nadi > 110 diduga 25% penurunan volume atau kurang lebih 1000 ml).
c. Awasi masukan keluaran dihubungkan dengan perubahan berat badan. Ukur kehilangan darah / cairan melalui muntah, penghisapan gaster/ lavase dan depekasi
R/ memberikan pedoman untuk penggantian cairan
d. Pertahankan tirah baring , mencegah muntah dan tegangan pada saat defekasi. Jadwalkan aktivitas untuk memberikan periode istrahat tanpa gangguan
R/ Aktivitas atau muntah meningkatkan tekanan intra abdominal dan dapat mencetuskan perdarahan lanjut.
e. Tinggikan kepala tempat tidur selama pemberian antasida.
R/ Mencegah reflex gaster pada aspirasi antasida dimana dapat menyebabkan komplikasi paru
Diagnosa Keperawatan 2 :
Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat, anorexia.
Kriteria Hasil :
Berat badan stabil, nilai laboratorium Albumin normal, tidak mual dan muntah BB dalam batas normal, bising usus normal.
Intervensi :
1. kaji pola makan klien
Rasional : untuk mengetahui jumlah asupan nutrisi bagi klien.
2. beri makanan yang bervariasi
Rasional : makanan bervariasi merangsang selera makan
3. beri makan lunak sedikit tapi sering
Rasional : mencegah kekosongan lambung dan memudahkan absorsi terhadap lambung
4. mengukur BB tiap hari dengan timbangan yang sama
Rasional : mengetahui perkembangan status nutrisi klien.
Diagnosa Keperawatan 3. :
Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan inflamasi mukosa lambung.
Kriteria Hasil :
Nyeri hilang/terkontrol, tampak rileks dan mampu tidur/istirahat, skala nyeri menunjukkan angka 0.
Intervensi :
1. Observasi TTV
Rasional : untuk mengetahui keadaan klien dan memudahkan dalam melakukan tindakan selanjutnya.
2. kaji tingkat nyeri tiap 4 jam
Rasional : untuk mengetahui tingkat skala nyeri sebagai pedoman untuk bertindak.
3. Anjurkan klien posisi semi flowler.
Rasional : dengan posisi semi fowler,organ yang sakit tidak tertekan.
4. Penatalaksanaan dalam pemberian obat ulsidex 3 x 1
Rasional : untuk menekan peningkatan sama lambung
Diagnosa Keperawatan 4 :
Keterbatasan aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik.
Kriteria Hasil :
K/u baik, klien tidak dibantu oleh keluarga dalam beraktifitas.
Intervensi :
Tingkatkan tirah baring atau duduk, berikan lingkungan yang tenang dan nyaman, batasi pengunjung, dorong penggunaan tekhnik relaksasi, kaji nyeri tekan pada gaster, berikan obat sesuai dengan indikasi.
R/ Klien lebih merasa aman dan nyaman dari yang sebelumnya pada saat beraktifitas

Diagnosa Keperawatan 5 :
Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi
Kriteria Hasil :
Klien dapat menyebutkan pengertian, penyebab, tanda dan gejala, perawatan, pencegahan dan pengobatan.
Intervensi :
Kaji tingkat pengetahuan klien, beri pendidikan kesehatan (penyuluhan) tentang penyakit, beri kesempatan klien atau keluarga untuk bertanya, beritahu tentang pentingnya obat-obatan untuk kesembuhan klien.
R/ Agar klien dan keluarga dapat mengertidan memahami dari penyakat yang diderita serta dapat melakukan tindakan mandiri bila penyakit tersebut kambuh lagi

5. Evaluasi
Evaluasi pada klien dengan Gastrtitis, yaitu :
1. Keseimbangan cairan dan elektrolit teratasi
2. Kebutuhan nutrisi teratasi
3. Gangguan rasa nyeri berkurang
4. Klien dapat melakukan aktifitas
5. Pengetahuan klien bertambah


















DAFTAR PUSTAKA

Arief, M Triyanti K, Safitri R Wardhani W, Setiowulan. 2000. Kapita selekta Kedokteran Edidi ke-3 Jilid II. Media Aescolupius
Misnadiarly. 2009. Mengenal Penyakit Organ Cerna Gastritis ( Dyspepsia atau Maag). Edisi 1 . Jakarta
www. Google : penanganan penyakit gastritis. com











TUGAS KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH





DISUSUN OLEH :
KELOMPOK VI
1. Marlinda ( NH. 01. 08. 103 )
2. Muh. Yalman Sani ( NH. 01. 08. 122 )
3. Nur Rahma AR ( NH. 01. 08. 138 )
4. Rismawati silasa ( NH. 01. 08. 158 )
5. Monarchi Al Tamsil ( NH. 01. 08. 116 )
6. Wildayanti Sahudi ( NH. 01. 08. 194 )
7. Victoria ( NH. 01. 08. 189 )
8. Ika Andriyani ( NH. 01. 08. 206 )
9. Novendra ( NH. 01. 08. 133 )
10. Sri Roekmiati ( NH. 01. 08. 170 )
11. Supina Syarif ( NH. 01. 08. 177 )
12. Rahmawati Us ( NH. 01. 08. 152 )
13. Merisca Liana Sari ( NH. 01. 08. 207 )
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
NANI HASANUDDIN
MAKASSAR
2010
Faktor utama adalah dengan menghilangkan etiologinya. Diet lambung, dengan porsi kecil dan sering. Obat-obatan ditujukan untuk mengatur sekresi asam lambung, berupa antagonis reseptor H2, inhibitor pompa proton, antikolinergik, dan antasid. Juga ditujukan sebagai sitoprotektor, berupa sukralfat dan prostaglandin.
b. Penatalaksanaan Keperawatan
1. Gastritis Akut
Intruksikan pasien untuk memnghindari alcohol
Bila pasien mampu makan melalui mulut , anjurkan diet mengandung gizi
Bila gejala menetap, cairan perlu diberikan secara parenteral
Untuk menetralisir asam gunakan antasida Umum
Untuk menetralisir alkali gunakan jus lemon encer atau cuka encer
2. Gastritis kronik
Dapat diatasi dengan memodifikasi diet pasien , diet makan lunak diberikan dengan porsi sedikit tapi sering
Mengurangi stres

No comments:

Post a Comment

Terima kaih atas komentarnya

Ikuti dengan Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Informasi terpopuler