28 January 2012

Skripsi keperawatan: HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN MOTIVASI EKSTRINSIK TERHADAP KINERJA PERAWAT

Skripsi Keperawatan
ABSTRAK
Junaedi, “HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN MOTIVASI EKSTRINSIK TERHADAP KINERJA PERAWAT DALAM PENGISIAN REKAM MEDIS DI RUANG RAWAT INAP RSUD MASSENREMPULU KABUPATEN ENREKANG” (dibimbing Abdul Kadir dan Adriani Kadir) xi + 59 Halaman + 10 Tabel + 9 Lampiran.
Kinerja adalah hasil yang dicapai oleh seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan dan Kinerja perawat yaitu prilaku kerja yang ditampilkan oleh seseorang yang didasari oleh motivasi dan prilaku seorang perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, pendidikan dan penghargaan dengan kinerja perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Massenrempulu Kabupaten Enrekang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan rancangancross sectional study”. Sampel ditarik secara sampling aksidental dengan jumlah 58 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan di olah dengan menggunakan program komputer dengan tingkat kemeknaan α = 0,05. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan antara umur dengan kinerja perawat dengan pearson chi-square ρ=0,000 < α(0.05); ada hubungan antara pendidikan dengan kinerja perawat dengan pearson chi-square ρ=0,000 < α(0.05), ada hubungan antara penghargaan dengan kinerja perawat dengan pearson chi-square ρ=0,000 < α(0.05). Pada penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara umur, pendidikan dan penghargaan dengan kinerja perawat. Sehingga peneliti menyarankan agar manajemen rumah sakit memperbaiki kondisi kerja yang berhubungan dengan pengisian rekam medis agar dapat menimbulkan kinerja yang diharapkan dan supervise juga harus dilaksanakan secara tepat dan sesuai periode yang ditetapkan.
.
Kata Kunci : Kinerja Perawat, Umur, Pendidikan dan Penghargaan.
Untuk Skripsi Selengkapnya, hubungu saya di sini

27 January 2012

makalah ; Pancasila


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Di jaman yang penuh dengan persaingan ini makna Pancasila seolah-olah terlupakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal sejarah perumusannya melalui proses yang sangat panjang oleh para pendiri negara ini. Pengorbanan tersebut akan sia-sia apabila kita tidak menjalankan amanat para pendiri negara yaitu pancasila yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke-4.
Pancasila merupakan rangkaian kesatuan dan kebulatan yang tidak terpisahkan karena setiap sila dalam pancasila mengandung empat sila lainnya dan kedudukan dari masing-masing sila tersebut tidak dapat ditukar tempatnya atau dipindah-pindahkan. Hal ini sesuai dengan susunan sila yang bersifat sistematis-hierarkis, yang berarti bahwa kelima sila pancasila itu menunjukkan suatu rangkaian urutan-urutan yang bertingkat-tingkat, dimana tiap-tiap sila mempunyai tempatnya sendiri di dalam rangkaian susunan kesatuan itu sehingga tidak dapat dipindahkan.

26 January 2012

makalah; sejarah ekonomi


Judul : Sejarah ekonomi
BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Banyak ahli ekonomi yang merasa bahwa antara teori yang satu dengan yang lain berbeda dan dianggap tidak sesuai dengan apa yang terjadi sehingga menimbulkan berbagai macam pendapat serta usaha didalam memurnikan teori ekonomi dan bersifat rekonsilisasi yaitu dengan mengurangi peranan nilai dalam teori ekonomi dan memberikan jalan keluar sertakebijaksaan.
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang telah berkembang dulu hingga sekarang dan akan datang.suatu teori dapat berkembang karna adanya dasar-dasar serta prinsif-prinsif produksi contohnya sumber daya manusia dan sumber daya alamnya
B.      RUMUSAN MASALAH
1.       Bagaimana sejarah perkembangan teori ilmu ekonomi ?
2.       Apa perbedaan ilmu ekonomi dengan teori ekonomi ?
C.      TUJUAN
Adanya tujuan Sejarah Perkembangan Ilmu Ekonomi dan Teori Perkembangan adalah sebagai berikut.
1.       Agar pembaca dapat memahami dan mengerti tentang teori – teori ekonomi agar kelak dapat diterapkan dalam proses kegiatan ekonomi.
2.       Supaya pembaca bisa menerapkankan teori ekonomi,ilmu ekonomi,dan dapat memegang prinsif ekonomi.



makalah; manusia dan harapan


Judul : Manusia dan Harapan
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Kata orang manusia tanpa harapan adalah manusia yang mati sebelum waktu-nya. Bisa jadi, karena harapan adalah sesuatu yang hendak kita raih dan terpampang dimuka. Hampir sama dengan visi walau dalam spektrum sederhana, harapan merupakan cip-taan yang kita buat sebagai sesuatu yang hendak kita raih. Jadi hidup tanpa harapan adalah hidup tanpa visi dan tujuan.
Maka bila manusia yang hidup tanpa harapan pada hakekatnya dia sudah mati. Harapan bukanlah sesuatu yang terucap dimulut saja tetapi juga berangkat dari usaha. Dia adalah ke-cenderungan batin untuk membuat sebuah rencana aksi, peristiwa, atau sesuatu menjadi lebih bagus. Sederhananya, harapan membuat kita berpikir untuk melakukan sesuatu yang lebih baik untuk meraih sesuatu yang lebih baik.
Harapan dan rasa optimis juga memberikan kita kekuatan untuk melawan setiap hambatan. Seolah kita selalu mendapatkan jalam keluar untuk setiap masalah. Seolah kita punya kekuatan yang lebih untuk siap menghadapi resiko. Ini kita sebut sebagai perlawanan. Orang yang hidup tanpa optimisme dan cenderung pasrah pada realita maka dia cenderung untuk bersikap pasif, Oleh karena itu dalam makalah ini kita dapat mengetahui lebih dalam tentang manusia dan harapan.

19 January 2012

Asuhan keperawatan; POLIOMILITIS

POLIOMILITIS
A.      Pengertian
Polio, kependekan dari poliomyelitis, adalah penyakit yang dapat merusak sistem saraf dan menyebabkan paralysis. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak di bawah umur 2 tahun. Infeksi virus ini mulai timbul seperti demam yang disertai panas, muntah dan sakit otot. Kadang-kadang hanya satu atau beberapa tanda tersebut, namun sering kali sebagian tubuh menjadi lemah dan lumpuh (paralisis). Kelumpuhan ini paling sering terjadi pada salah satu atau kedua kaki. Lambat laun, anggota gerak yang lumpuh ini menjadi kecil dan tidak tumbuh secepat anggota gerak yang lain
Poliomilitis adalah penyakit menular yang akut disebabkan oleh virus dengan predileksi pada sel anterior massa kelabu sumsum tulang belakang dan inti motorik batang otak, dan akibat kerusakan bagian susunan syaraf tersebut akan terjadi kelumpuhan serta autropi otot.
Poliomielitis atau polio, adalah penyakit paralysis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV), masuk ketubuh melalui mulut, menginfeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir kesistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralysis).

16 January 2012

Makalah: Pengukuran suhu tubuh

PENGUKURAN  SUHU BADAN
Ø  Pengertian;
Arti badan suhu adalah derajat panas yang dihasilkan oleh tubuh manusia sebagai keseimbangan pembakaran dalam tubuh dengan pengeluaran panas melalui keringat,pernapasan,sisa-sisa pembuangan [eksresi] dan penyinaran [radiasi], hantaran [kondoksi ]dan convection [konveksi].
Tujuan;
       Tujuan mengukur panas badan adalah;
Ø  Mengetahui suhu badan panas.
Ø  Mengetahui adanya kelainan pada tubuh dipergunakan sebagai salah satu penyokong dalam membantu menentukan diagnosa.
Ø  Mengetahui perkembangan penyakit.
Pelaksanaan;
Pengukuran panas badan dilaksanaan pada;
Ø  Kepada setiap pasien barula
Ø  Menurut peraturan rumah sakit, yang secara rutin 3 kali sehari.
Ø  Sewaktu waktu bila pasien dalam keadaan demam. Sesudah menggigil atau atas intruksi dokter.
Macam-macam thermometer:
o   Menurut penggunaanya:
Ø  Thermometer badan.
Ø  Thermometer udara.

o   Menurut skala:
Ø  Thermometer Celeius
Ø  Thermometer Fahrenheit
Ø  Thermometer Reamur
o   Menurut bentuk:
Ø  Reservoir bulat panjang dengan tabung gelas kecil,untuk pengambilan suhu melaliu mulut [secara oral].
Ø  Reservoir bulat dengan gelas tabung gelas agar besar, untuk pengambilan suhu melalui pelepasan [secara rectal].
Ø  Reservoir bulat panjang dengan tabung gelas persegi gepeng, bundar, persegi , untuk pengambilan suhu melalui ketiak [secara axila].
Tempat untuk mengukur derajat suhu:
Ø  Ketiak [axial]
Ø  Mulut [kavum oris]
Ø  Pelepasan [rectum]

15 January 2012

Satuan Acara Penyuluhan (SAP): Demensia pada Lansia


SATUAN ACARA PENYULUHAN
DEMENSIA

Pokok bahasan            :  Sindroma dan kelainan mental organik
Sub Pokok Bahasan    :  Demensia pada usia lanjut
Hari / tgl                      :  16 januari 2012
Pukul                           : 08.30-9.15 wita
Sasaran                       :  Lansia dan keluarga di Kelurahan Tamalnrea Jaya
Jumlah peserta             : 30 orang
Tempat                        : Aula kantor Kelurahan Tamalanrea Jaya
 A.     Latar Belakang
        Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan status gizi masyarakat  menyebabkan meningkatnya umur harapan hidup. Di Indonesia sendiri pada tahun 2015 diperkirakan umur harapan hidup akan lebih dari 65 tahun sehingga jumlah lansia bisa lebih banyak dari balita yang ada (Depkes, 2005).
        Penigkatan jumlah lansia menuntut perhatian dari semua pihak baik pemerintah, pihak swasta, masyarakat serta keluarga yang memiliki lansia di rumah, terutama tenaga perawat selaku tenaga propesional pemberi pelayanan pada klien.
        Pada lansia akan terjadi proses penuaan, akan dialami oleh semua orang. Pada proses penuaan akan terjadi perubahan dan penurunan struktur dan fungsi tubuh. Salah satu yang terjadi adalah kemunduran fungsi kognitif yaitu :  Demensia.
        Selain lansia sendiri, keluarga yang memiliki lansia dan bahkan setiap orang hendaknya mengetahui bagaimana perawatan pada demensia ini. Mengingat pentingnya hal tersebut maka pada kesempatan penyuluhan di Aula kantor Kelurahan Tamalanrea Jaya, mahasiswa S1 Keperawatan STIKES NANI HASANUDDIN  memilih topik penyuluhan mengenai Demensia.

12 January 2012

Asuhan keperawatan; Laryngitis


Judu; Askep Laryngitis
Umumnya merupakan kelanjutan dari rinofaringitis akut atau manifestasi dan radang saluran napas atas. Pada anak dapat menimbulkan sumbatan jalan napas dengan cepat karena tima glotisnya relatif lebih sempit.
 Laryngitis adalah infalamasi laring akibat terlalu banyak menggunakan suara, pemajanan terhadap debu, bahan kimiawi asap dan polutan lainnya atau bagian dari saluran nafas atas.
Laryngitis merupakan peradangan pada laring yang dapat menyebabkan suara parau.pada peradangan ini seluruh mukosa laring hiperemis dan menebal dan kadang-kadang pada pemeriksaan patologik terdapat metaplasi skuamosa

Klasifikasi laryngitis
            Laryngitis di bagi atas 2 bagian yaitu:
-Laryngitis akut: pada orang dewasa hanya penyakit ringan saja,tetapi pada anak berbeda karena disertai batuk keras,suara serak sampai afoni,sesak napas dan stridor.
Hal ini disebabkan :
-rima glotis relative lebih kecil dibandingkan dengan orang dewasa
-mengandung lebih banyak pembuluh darah/getah bening
-ikatan mukosa dengan jaringan dibawahnya masih lebih longgar
Laryngitis kronis: Faktor eksogen (rangsangan fisik oleh penyalahgunaan suara,kimia,infeksi kronis salurannapas atas dan bawah, asap rokok). Factor endogen (bentuk tubuh dan kelainan metabolic)

Ikuti dengan Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Informasi terpopuler