5 March 2013

Asuhan Keperawatan (askep) Post op hernia

Salam. Kali ini saya akan membagikan tentang asuhan keperawatan (Askep) Post Op hernia. Selamat membaca.


ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HERNIA
A.    DEFINISI
Hernia adalah menonjolnya suatu organ/struktur organ dan tempat yang normal melalui sebuah defek kongenital atau yang didapat
Klasifikasi:
1.      a.  Hernia inguinalis indirek: batang usus melewati cincin abdomen dan mengikuti saluran sperma masuk ke dalam kanalis inguinalis.
b.  Hernia inguinalis direk: batang usus melewati dinding inguinal bagian posterior.
  1. Hernia femoralis: hernia yang batas usus melewati femoral ke dalam kanalis femorales.
  2. Hernia Umbilikus: hernia pada orang dewasa yang terjadi di dinding abdomen di sebelah sentral tepat di atas umbilikus.
  3. Hernia Inersional: batang usus atau organ lain menonjol melalui jaringan perut yang lemah.
  4. Hernia apigartrium: hernia kecil dan tambahan jaringan peritonium yang terjadi lewat selubung otot pada garis tengah abdomen di bawah sternum.
  5. Hernia scortalis: hernia pada scrotum.
B.     ETIOLOGI
  1. Kongenital
Terjadi akibat prosesus vaginalis peritenium persisten disertai dengan annulus inguinalis yang cukup lebar.
  1. Didapat
Ditemukan adanya factor kausal/presiposisi yang berperan untuk timbulnya hernia.
a.       Prosesus vaginalis yang tetap terbuka
b.      Peningkatan tekanan intra abdomen
1)      Pekerjaan mengangkat barang-barang berat.
2)      Batuk kronik: bronchitis kronik, TBC.
3)      Hipertropi prostat: struktur uretra, konstipasi, asites.
c.       Kelemahan otot dinding perut:
1)      Usia tim, sering melahirkan
C.    MANIFESTASI KLINIK
  1. Adanya benjolan di selengkang/kemaluan
  2. Benjolan itu bisa mengecil atau menghilang bila istirahat.
  3. Nyeri bila benjolan ditekan
  4. Nyeri membesar/timbul bila waktu diteksi atau miksi, batuk dan mengendor.
  5. Adanya mual, muntah dan otot kembung.
D.    KOMPLIKASI
  1. Hernia akreta: ada perlakuan isi dan kantong hernia, tidak ada gangguan parase.
  2. Hernia inkarserasi: ada perlekatan yang disertai dengan gangguan pasase
  3. Hernia strangulasi: nekrosis, gangren, abses lokal, fistel, peritonitis.
E.     PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Laboratorium: pemeriksaan leukosit
F.     PENATALAKSANAAN
  1. Konservatif
a.       Pemakaian bantal penyangga hanya dilakukan pada hernia reponibilis.
b.      Pemberian sedatif, kompres es, posisi tidur, tender hanya ditujukan pada hermia anak yang sudah mengalami inkarserasi.
  1. Pembedahan
a.       Anak
Herniotomi yaitu tentang hernia yang dibuka isi didorong ke dalam rongga abdomen, kantong proksimal dijahit kuat setinggi mungkin lalu dipotong, kantong distal dibiarkan.
b.      Dewasa: herniorafi dan hernioplastik
1)      Herniorafi terdiri dan herniotomi dan hernioplastik
2)      Hernioplastik: setelah herniotomi dilakukan tindakan memperkecil annulus interna dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis.


G.    ANALISA DATA PRE OPERASI
NO
DATA
PENYEBAB
MASALAH
KEPERAWATAN
1
DS:
-  Klien banyak bertanya tentang penyakit yang dideritanya
DO:
-  Ekspresi wajah tegang dan pucat
-  Respirasi, nadi, tekanan darah meningkat
Proses hospitalisasi
Kurang Informasi
Stress meningkat
Ansietas
2
DS:
-  Klien mengeluh nyeri seperti tertusuk, yang akan memburuk dengan adanya batuk, membungkukkan badan, defekasi
DO:
-  Nyeri pada palpasi
-  Wajah tampak meringis
Kongenital dan akuisitas

Peningkatan              kelemahan
tekanan intra             otot
abdomen

Invaginasi kanalis inguinalis
Spasme otot
Strangulasi usus
Nyeri



H.    ANALISA DATA POST OPERASI
NO
DATA
PENYEBAB
MASALAH
KEPERAWATAN
1
DS.
-  Klien mengeluh nyeri pada luka bekas operasi
DO:
-  Ekspresi wajah meringis
-  Klien memegang daerah yang nyeri
Tindakan pembedahan
Terputusnya kontinuitas jaringan
Ujung saraf bebas terangsang
lmpuls diterima oleh serabut
Diteruskan ke kornu dorsalis di medulla spinalis
Hipotalamus
Cortex cerebri
Nyeri
2
DS:
-  Klien mengeluh tidak mampu melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan
DO:
-  Perubahan jalan, berjalan dengan pincang
-  ADL dilakukan di tempat tidur
-  ADL dibantu perawat keluarga
Tindakan pembedahan
Terputusnya kontinuitas jaringan
Nyeri di daerah post operasi
Takut bergerak
Aktivitas menurun
Intoleransi aktivitas
3
DO:
-  Hipertemia
-  Terdapat luka bekas operasi
Tindakan pembedahan
Terputusnya kontinuitas jaringan
Adanya luka insisi

Post d’entry kuman
Risiko tinggi infeksi



I.       RENCANA PERAWATAN PRE OPERASI
NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN (TUJUAN, KRITERIA RENCANA TINDAKAN)
1
Ansietas berhubungan dengan
kurangnya informasi, ditandai
dengan: ekspresi wajah tegang dan
pucat, respirasi, nadi, tekanan darah
meningkat
T   :    Kecemasan hilang/berkurang dalam waktu 1 x 24 jam setelah perawatan
K  :    -   Tampak rileks/tenang
         -   Melaporkan ansietas hilang/berkurang
I   :    -   Kaji tingkat ansietas pasien
         -   Beri informasi yang akurat tentang penyakit yang dideritanya.
         -   Beri kesempatan pasien untuk mengungkapkan masalah yang dihadapinya.
         -   Ajarkan mekanisme koping yang baru.
2
Nyeri berhubungan dengan spasme
otot, ditandai dengan: wajah tampak
meringis, nyeri pada palpasi.
T   :    Nyeri hilang/terkontrol dalam waktu 2 x 24 jam setelah perawatan
K  :    -   Wajah tampak ceria
         -   Melaporkan nyeri hilang/terkontrol
I   :    -   Kaji tingkat nyeri, catat lokasi, lamanya serangan, faktor pencetus/yang memperberat
         -   Ajarkan teknik relaksasi
         -   Lakukan massage pada daerah sekitar nyeri
         -   Observasi TTV
         -   Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi.
J.      RENCANA PERAWATAN POST OPERASI
NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN (TUJUAN, KRITERIA RENCANA TINDAKAN)
1
Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan, ditandai dengan klien mengeluh nyeri pada luka bekas operasi, wajah tampak meringis
T   :    Nyeri hilang/berkurang dalam waktu 2 x 24 jam setelah perawatan
K  :    -   Nyeri hilang/berkurang
         -   Wajah tampak ceria
I   :    -   Observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital
         -   Kaji tingkat nyeri, lokasi, lamanya serangan
         -   Anjurkan teknik relaksasi nafas dalam
         -   Anjurkan klien untuk merubah posisi setiap 2 jam
         -   Kolaborasi pemberian obat analgetik sesuai indikasi
2
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan nyeri yang dirasakan pada daerah bekas operasi ditandai dengan perubahan jalan, ADL dilakukan di tempat tidur, ADL dibantu oleh perawat/keluarga
T   :    Klien dapat melakukan aktivitas sendiri dalam waktu 2 x 24 jam setelah perawatan
K  :    -   Klien mampu melakukan aktivitas sendiri
I   :    -   Catat respon emosi/perilaku mobilitas. Berikan aktivitas yang dapat ditoleransi.
         -   Anjurkan pasien untuk tetap ikut berperan serta dalam aktivitas sehari-hari dalam keterbatasan individu.
         -   Bantu pasien dalam melakukan aktivitas
3
Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan tindakan pembedahan ditandai dengan
DS: -
DO:
-   Hipertermia
-   Terdapat luka bekas operasi
T   :    Tidak terjadi infeksi pada area bekas operasi dalam waktu 3 x 24 jam setelah perawatan
K  :    -   Luka operasi kering
         -   Tidak ada tanda-tanda infeksi
I   :    -   Awasi tanda-tanda infeksi
          -   Ganti alat tenun dan pakaian setiap hari
         -   Jaga kebersihan diri dan lingkungan
         -   Ganti balutan setelah 2 hari post operasi dan selanjutnya rutin setiap hari dengan teknik septik/aseptik.
         -   Kolaborasi untuk pemberian obat antibiotik
 Itulah tadi penjelasan tentang Asuhan keperawatan (Askep) Post Op Hernia. Semoga bisa bermanfaat bagi anda. Kalau ada saran, komentar atau pertanyaan, silahkan tulis pada kolom kometar di bawah. Terima Kasih.

2 comments:

Terima kaih atas komentarnya

Ikuti dengan Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Informasi terpopuler