9 March 2013

Asuhan Keperawatan (Askep) Tonsilitis

Salam. Kali ini saya akan membagikan tentang Asuhan Keperawatan (Askep) Tonsilitis. Selamat membaca.


ASUHAN KEPERAWATAN PADA KASUS TONSILITIS
A.    DEFINISI
Tonsilitis adalah suatu peradangan akut pada tonsil dan kriptonya.
B.     ETIOLOGI
Streptococcus beta, haemoliticus group A, virus (Adeno virus, Virus echo, virus influenza), streptococcus viridans, streptococcus pyagenes adalah penyebab terbanyak.
C.    MANIFESTASI KLINIK.
  1. Nyeri menelan (dispagia).
  2. Nyeri tenggorokan, pasien mengeluh ada penghalang di tenggorokan dan terasa kering.
  3. Demam (menggigil).
  4. Malaise atau klien merasa lemah.
  5. Tonsil nampak membesar, kemerahan, permukaan tidak rata, kriptus membesar dan terisi detritus.
  6. Nafsu makan kurang.
  7. Banyak keluar keringat.
  8. Pernafasan berbau.
D.    KOMPLIKASI
Komplikasi secara perkontinatum ke daerah sekitar berupa rinitis kronik, sinusitis, dan otitis media. Komplikasi secara hematogen atau limfogen ke organ yang jauh dan tonsil seperti endokarditis, artritis, miokarditis, nefritis, dermatitis, pruritis, urikaria dan furunkulosis.
E.     PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Kultur dan uji resistensi kuman dan sediaan apusan tonsil.

F.     PENATALAKSANAAN
  1. Tonsilitis Akut
Antibiotik golongan penisilin atau sulfonamida selama 5 hari, antipiretik, dan obat kumur atau obat isap dengan disinfektan. Bila alergi pada penisillin dapat diberikan eritromisin atau klindamisin.
  1. Tonsilitis Kronik
a.       Terapi lokal untuk higiene mulut dengan obat kumur atau obat isap.
b.      Terapi radikal dengan tonsilektomi bila terapi medikamentosa atau terapi konservatif tidak berhasil.

G.    ANALISA DATA PRE OPERASI
NO
DATA
PENYEBAB
MASALAH
KEPERAWATAN
1
DS:
-  Klien mengeluh nyeri bila menelan.
-  Klien mengatakan tenggorokan klien terasa nyeri.
DO:
-  Tonsil klien nampak membesar dan kemerahan.
Invasi kuman/bakteri/virus pada tonsil
Terjadinya peradangan pada tonsil
Merangsang pengeluaran zat kimia
(histamin, bradikinin, serotinin)
Merangsang implus saraf sekitar
Rangsangan dihantarkan ke thalamus, cortex cerebri
Nyeri dipersepsikan
Nyeri
2
DS:
-  Klien mengeluh badan terasa panas
DO:
-  Suhu 38 °C
-  Banyak keluar keringat.
-  Tonsil nampak kemerahan.
-  Badan klien teraba panas
Merangsang terjadinya proses endogen atau pirogen
Dihantarkan ke hipotalamus
bagian termoregulator
Hipertermi

Hipertermi
3
DS:
-  Klien mengeluh nyeri bila menelan
-  Klien mengatakan tenggorokan klien terasa nyeri.
-  Klien mengatakan nafsu makan menurun
DO:
-  Porsi makan yang disediakan tidak dihabiskan
-  Klien tampak kesakitan saat menelan
Terjadinya peradangan pada
tonsil
Merangsang saraf tepi sekitar yang menimbulkan nyeri menelan dan tenggorokan
Respon nyeri menelan dan tenggorokan menghambat intake makanan yang masuk
Nutrisi kurang dan kebutuhan
Nutrisi kurang dan kebutuhan
4
DS:
-  Klien mengatakan merasa cemas dengan keadaan penyakitnya.
DO:
-  Klien nampak gelisah
-  Klien nampak cemas
Perubahan status kesehatan
Ansietas
H.    ANALISA DATA POST OPERASI
NO
DATA
PENYEBAB
MASALAH
KEPERAWATAN
1
DS:
-  Klien mengeluh nyeri pada saat menelan.
-  Klien mengeluh nyeri pada tenggorokannya.
DO:
-  Tampak luka insisi pada tonsil klien.
-  Klien nampak meringis
Invasi kuman/bakteri/virus pada tonsil
Terjadinya peradangan pada tonsil
Tindakan pembedahan (tonsilektomi)
Luka insisi
Merangsang pengeluaran zat kimia
(histamin, bradikinin, serotinin)
Merangsang impuls saraf sekitar
Rangsangan dihantarkan ke thalamus
Nyeri dipersepsikan
Nyeri
2
DS:
-  Klien mengeluh nyeri pada saat menelan
-  Klien mengatakan malas makan karena nyeri bila menelan
DO:
-  Porsi makan yang disediakan tidak dihabiskan.
-  Klien tampak kesakitan saat menelan
Merangsang saraf-saraf tepi sekitar yang menimbulkan nyeri menelan dan tenggorokan
Respon nyeri menelan dan tenggorokan menghambat intake makanan yang masuk
Nutrisi kurang dan kebutuhan
Nutrisi kurang dan kebutuhan
3
DO:
-  Nampak adanya luka insisi.
Luka insisi
Kuman dapat masuk
Risiko tinggi infeksi
Risiko tinggi infeksi
I.       RENCANA PERAWATAN PRE OPERASI
NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN (TUJUAN, KRITERIA RENCANA TINDAKAN)
1
Nyeri berhubungan dengan peradangan pada tonsil ditandai dengan:
DS:
-   Klien mengeluh nyeri bila menelan.
-   Klien mengatakan tenggorokan klien terasa nyeri
DO:
-   Tonsil klien nampak membesar dan kemerahan
T   :    Nyeri teratasi dalam waktu 3 x 24 jam
K  :    -   Nyeri hilang
         -   Klien mengatakan tenggorokan klien tidak terasa sakit.
         -   Tonsil klien kembali normal dan tidak kemerahan.
I   :    -   Kaji tingkat nyeri
         -   Anjurkan teknik relaksasi
         -   Jelaskan penyebab nyeri yang dialaminya.
         -   Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik.
2
Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit ditandai dengan:
DS:
-   Klien mengeluh badan terasa panas.
DO:
- Tonsil nampak kemerahan
- Suhu 38 ÂșC
- Banyak keluar keringat
T   :    Hipertermi teratasi dalam waktu 2 x 24 jam
K  :    -   Suhu tubuh kembali normal 36°C – 37 °C.
         -   Badan klien teraba hangat
I   :    -   Observasi tanda-tanda vital
         -   Anjurkan klien untuk banyak minum
         -   Berikan kompres hangat di daerah dahi atau axilla.
         -   Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian antipiretik.


3
Nutrisi kurang dan kebutuhan berhubungan dengan:
DS:
-   Klien mengeluh nyeri bila menelan.
-   Klien mengatakan tenggorokan terasa nyeri
-   Klien mengatakan nafsu makan menurun.
DO:
-   Porsi makan yang disediakan tidak dihabiskan.
-   Klien tampak kesakitan saat menelan.
T   :    Kebutuhan nutrisi klien dapat terpenuhi
K  :    -   Klien tidak mengeluh nyeri bila menelan
         -   Klien mengatakan nafsu makan baik
         -   Porsi makan yang disediakan dihabiskan
         -   Klien tidak tampak kesakitan saat menelan.
I   :    -   Jelaskan tentang pentingnya nutrisi bagi tubuh atau kesembuhan penyakitnya
         -   Sajikan makanan cair dalam keadaan hangat.
         -   Anjurkan klien makan sedikit tapi sering.
         -   Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian multivitamin
4
Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan ditandai dengan:
DS:
-   Klien mengatakan merasa cemas dengan keadaan penyakitnya.
DO:
-   Klien nampak gelisah.
-   Klien nampak cemas.
-   Klien selalu bertanya tentang keadaan penyakitnya
T   :    Ansietas dapat teratasi dalam waktu 2x24 jam
K  :    -   Klien tidak tampak gelisah
         -   Klien tidak tampak cemas
         -   Klien mengatakan tidak merasa cemas dengan keadaan penyakitnya
         -   Klien tidak selalu bertanya tentang penyakitnya.
I   :    -   Jelaskan tentang kondisi penyakit yang dideritanya
         -   Buat hubungan saling percaya dengan klien atau orang terdekat.
         -   Berikan informasi tentang penyakit dan teknik pengobatan
         -   Dorong pasien atau orang terdekat untuk menyatakan masalah atau perasaan
         -   Beri penguatan informasi klien yang telah diberikan sebelumnya

J.      RENCANA PERAWATAN POST OPERASI
NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN (TUJUAN, KRITERIA RENCANA TINDAKAN)
1
Nyeri berhubungan dengan luka insisi ditandai dengan:
DS:
-   Klien mengeluh nyeri pada saat menelan
-   Klien mengatakan tenggorokan terasa nyeri
DO:
-   Tampak luka insisi pada tonsil klien
-   Wajah tampak meringis
T   :    Nyeri teratasi dalam waktu 3 x 24 jam
K  :    -   Nyeri hilang
         -   Klien mengatakan tenggorokan tidak terasa sakit
         -   Tonsil klien kembali normal dan tidak kemerahan
I   :    -   Kaji tingkat nyeri
         ­-   Anjurkan teknik relaksasi
         -   Jelaskan penyebab nyeri yang dialaminya.
         -   Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik.
2
Nutrisi kurang dan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan:
DS:
-   Klien mengeluh nyeri bila menelan.
-   Klien mengatakan malas makan karena nyeri bila menelan
DO:
-   Porsi makan yang disediakan tidak dihabiskan
-   Klien tampak kesakitan saat menelan
T   :    Kebutuhan nutrisi klien dapat terpenuhi dalam waktu 3 x 24 jam
K  :    -   Klien tidak mengeluh nyeri bila menelan
         -   Klien mengatakan tidak malas makan
         -   Porsi makan yang disediakan dihabiskan.
         -   Klien tidak tampak kesakitan saat menelan
I   :    -   Jelaskan tentang pentingnya nutrisi bagi tubuh atau kesembuhan penyakitnya
         -   Sajikan makanan cair dalam keadaan hangat.
         -   Anjurkan klien makan sedikit tapi sering.
         -   Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian multivitamin
3
Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan tindakan pembedahan ditandai dengan:
DO:
-   Nampak adanya luka insisi
T   :    Infeksi tidak terjadi
K  :    -   Tanda - tanda infeksi tidak terjadi
I   :    -   Awasi tanda-tanda vital
         -   Jelaskan kepada klien tentang keadaan penyakitnya atau kondisi klien
         -   Kolaborasi dengan dokter pemberian antibiotik sesuai indikasi


Demikianlah penjelasan saya tentang Asuhan Keperawatan (Askep) Tonsilitis, semoga bisa bermanfaat bagi anda. Kalau ada komentar, saran atau pertanyaan, silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah. Terima Kasih.

No comments:

Post a Comment

Terima kaih atas komentarnya

Ikuti dengan Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Informasi terpopuler