16 May 2013

Asuhan Keperawatan/Laporan Pendahuluan INC (Persalinan Normal)



LAPORAN PENDAHULUAN
INC (Persalinan Normal)
A.    DEFINISI
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi( janin dan uri ) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain  dengan bantuan atau tanpa bantuan ( kekuatan sendiri ).
Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 – 42 minggu ), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin.
B.     ETIOLOGI
Penyebab pasti partus masih merupakan teori yang kompleks antara lain oleh factor hormonal ,pengaruh prostaglandin,struktur uterus ,sirkulasi uterus,pengaruh saraf dan nutrisi,perubahan biokimia antara lain penurunan kadar hormone estrogen dan progesteron 

15 May 2013

PEMERIKSAAN FISIK HEAD TO TOE

PEMERIKSAAN FISIK HEAD TO TOE

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
            Pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis adalah sebuah proses dari seorang ahli medis memeriksa tubuh pasien untuk menemukan tanda klinis penyakit. Hasil pemeriksaan akan dicatat dalam rekam medis. Rekam medis dan pemeriksaan fisik akan membantu dalam penegakkan diagnosis dan perencanaan perawatan pasien.
            Biasanya, pemeriksaan fisik dilakukan secara sistematis, mulai dari bagian kepala dan berakhir pada anggota gerak. Setelah pemeriksaan organ utama diperiksa dengan inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi, beberapa tes khusus mungkin diperlukan seperti test neurologi.
            Dengan petunjuk yang didapat selama pemeriksaan riwayat dan fisik, ahli medis dapat menyususn sebuah diagnosis diferensial,yakni sebuah daftar penyebab yang mungkin menyebabkan gejala tersebut. Beberapa tes akan dilakukan untuk meyakinkan penyebab tersebut.
Sebuah pemeriksaan yang lengkap akan terdiri diri penilaian kondisi pasien secara umum dan sistem organ yang spesifik. Dalam prakteknya, tanda vital atau pemeriksaan suhu, denyut dan tekanan darah selalu dilakukan pertama kali.


3 May 2013

asuhan keperawatan (Askep) Atresia ani



BAB I
PEMBAHASAN

A.     Pengertian

Atresia ani (malformasi anorektal/anus imperforate) adalah bentuk kelainan bawaan yang menunjukan keadaan tidak ada anus, atau tidak sempurnanya bentuk anus.
Keadaan tidak adanya atau tertutupnya lubang badan normal atau organ tubular secara kongenital disebut juga clausura. Dengan kata lain tidak adanya lubang di tempat yang seharusnya berlubang atau buntunya saluran atau rongga tubuh, hal ini bisa terjadi karena bawaan sejak lahir atau terjadi kemudian karena proses penyakit yang mengenai saluran itu. Atresia dapat terjadi pada seluruh saluran tubuh, misalnya atresia ani. Atresia ani yaitu tidak berlubangnya dubur. Atresia ani memiliki nama lain yaitu anus imperforata. Jika atresia terjadi maka hampir selalu memerlukan tindakan operasi untuk membuat saluran seperti keadaan normalnya
            Bentuk-bentuk kelainan atresia ani {(atresia anal)
*      Lubang anus sempit atau salah letak di depan tempat semestinya
*      Terdapat selaput pada saat pembukaan anus sehingga mengganggu proses pengeluaran feses
*      Rektum(saluran akhir usu besar) tidak terhubung dengan lubang anus
*      Rektum terhubung dengan saluran kemih (kencing) atau sistem reproduksi melalui fistula (lubang) dan tidak terdapat pembukaan anus.
Kelainan bentuk anus akan menyebabkan gangguan buang air besar.       
*      Ketika lubang anus sempit, bayi kesulitan BAB menyebabkan konstipasi dan ketidaknyamanan.

*      Jika terdapat selaput pada akhiran jalan keluar anus, bayi tidak bisa BAB.
*      Ketika rektum tidak berhubungan dengan anus tetapi terdapat fistula, feses akan keluar melalui fistula tersebut sebagai pengganti anus. Hal ini dapat menyebabkan infeksi.
*      Jika rektum tidak berhubungan dengan anus dan tidak terdapat fistula sehingga feses tidak dapat dikeluarkan dari tubuh dan bayi tidak dapat BAB.
Suatu perineum tanpa apertura anal diuraikan sebagai inperforata. Ladd dan Gross (1966) membagi anus inperforata dalam 4 golongan, yaitu:
*      Stenosis rectum yang lebih rendah atau pada anus
*      Membran anus menetap.
*      Anus inperforata dan ujung rectum yang buntu terletak pada bermacam-macam jarak dari peritoneum
*      Lubang anus yang terpisah dengan ujung rectum yang buntu

1 May 2013

Asuhan Keperawatan (askep) tinjauan kasus apendisitis



STUDY KASUS


I.     Pengkajian ( 1 – 4 – 2002 )


1.      Identitas
Nama               : Ny. Id                           Tgl MRS : 31 – 3 - 2002
Umur               : 31 tahun
Jenis Kelamin  : Perempuan
Suku/bangsa    : Jawa/Indonesia
Agama             : Islam
Pekerjaan         : Tidak bekerja ( Ibu Rumah tangga )
Pendidikan      : SMA ( tamat )
Nama Suami    : Tn. As
Umur               : 38 tahun
Pendidikan      : SMU ( tamat )
Pekerjaan         : Kuli Batu
Alamat                        : Banyu urip I / 24 A Surabaya

Alasan dirawat: Nyeri luka operasi
Keluhan Utama sebelumnya   :  Nyeri  hebat perut kanan bawah
Upaya yang telah dilakukan   : Periksa ke IRD RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan dilakukan operasi ( Apendiktomy ) tanggal 31-3-2002 jam 23.35 WIB.

2.                  Riwayat Keperawatan
2.1              Riwayat Penyakit sebelumnya :
Klien mengatakan :
- Sering mengalami tekanan darah rendah
-                      - Waktu SMA pernah sakit typhus dan sakit kuning, dengan berobat jalan sembuh
2.2              Riwayat Penyakit Sekarang :
Nyeri luka operasi daerah perut kanan bawah. Nyeri bertambah hebat terutama bila   bergerak, agak berkurang bila miring kekanan. Kepala pusing sejak keluar dari kamar operasi dan merasa nek serta mual, belum kentut ( flatus ), karena kepala pusing, nyeri luka operasi dan mual tidur sering terbangun.
2.3              Riwayat Kesehatan Keluarga :
Dari keluarga ayah maupun ibunya tidak ada yang menderita sakit kencing manis, ataupun sakit berat yang lainnya.

Ikuti dengan Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Informasi terpopuler