10 October 2013

Laporan Pendahuluan Keperawatan jiwa : Defisit Perawatan Diri



LAPORAN PENDAHULUAN
DEFISIT PERAWATAN DIRI
I.     KONSEP MEDIS
A.    Pengertian
            Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna memepertahankan kehidupannya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatannya, klien dinyatakan terganggu keperawatan dirinya jika tidak dapat melakukan perawatan diri ( Depkes 2000).
Defisit perawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan diri (mandi, berhias, makan, toileting) (Nurjannah, 2004).
Menurut Poter. Perry (2005), Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis, kurang perawatan diri adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya ( Tarwoto dan Wartonah 2000 ).
Jenis–Jenis Perawatan Diri      :
1.      Kurang perawatan diri : Mandi / kebersihan
2.      Kurang perawatan diri (mandi) adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktivitas mandi/kebersihan diri.
3.      Kurang perawatan diri : Mengenakan pakaian / berhias.
Kurang perawatan diri (mengenakan pakaian) adalah gangguan kemampuan memakai pakaian dan aktivitas berdandan sendiri.
4.      Kurang perawatan diri : Makan
Kurang perawatan diri (makan) adalah gangguan kemampuan untuk menunjukkan aktivitas makan.
5.      Kurang perawatan diri : Toileting
Kurang perawatan diri (toileting) adalah gangguan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas toileting sendiri (Nurjannah : 2004, 79 ).

8 October 2013

Intervensi keperawatan Jiwa : Harga Diri Rendah



PERENCANAAN PROSES KEPERAWATAN UNTUK  DX. KEPERAWATAN
HARGA DIRI RENDAH

RENCANA  KEPERAWATAN

Nama Klien     :  
No.Register      :  
Ruang              :  

TGL

NO
DIAGNOSA
P E R E N C A N A A N

I N T E R V E N S I

DX
KEPERAWATAN
T U J U A N
KRITERIA EVALUASI
1
2
3
4
5
6


Harga diri rendah
TUM:
Klien dapat berhubungan dengan orang lain secara optimal
TUK  1:
Klien dapat membina hubungan saling percaya.




1.1.   Ekspresi wajah bersahabat,  menunjuk  rasa
senang, ada kontak mata, mau berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau menjawab salam, klien mau duduk berdampingan dengan perawat, mau mengutarakan masalah yang dihadapi.





1.1.1  Bina hubungan saling percaya dengan mengungkapkan prinsip komunikasi terapeutik:
a.            Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal.
b.           Perkenalkan diri dengan sopan
c.            Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien
d.           Jelaskan tujuan pertemuan
e.            Jujur dan menepati janji
f.            Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya.
g.            Beri perhatian kepada klien dan perhatian kebutuhan dasar klien.

7 October 2013

Laporan Pendahuluan : Waham



LAPORAN PENDAHULUAN
WAHAM
A.  KONSEP DASAR MEDIS
1.      Definisi
Skizofrenia Hebefrenik adalah suatu bentuk psikosa yang sering dijumpai dengan gejala yang menyolok adalah gangguan   proses  fikir, gangguan kemauan dan adanya depersonalisasi atau double personality (Maramis, 1998).
Gangguan proses pikir juga ( waham) merupakan keyakinan seseorang yang berdasarkan penilaian realitas yang salah. Keyakinan klien tidak konsisten dengan tingkat intelektual dan latar belakang budaya klien.Waham dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan dan perkembangan seperti adanya penolakan, kekerasan, tidak ada kasih sayang, pertengkaran orang tua dan aniaya.
Waham dapat dicetuskan oleh adanya tekanan, isolasi, pengangguran yang disertai perasaan tidak berguna, putus asa, tidak berdaya. Waham juga dapat menimbulkan terjadinya kerusakan komunikasi verbal.
Seseorang yang mengalami waham berpikir bahwa ia memiliki banyak kekuatan dan bakat serta tidak merasa terganggu jiwanya atau ia merasa sangat kuat dan sangat terkenal. Hal ini sesuai dengan penjelasan Varcarolis dalam fundamental of psikiatrik mental health nursing (2006:397) grandeur : thinks he or she has powers and talents that are not possissed or it someone powerfull of famous (dalam buku yosep iyus : keperawatan jiwa,2009)
Waham adalah keyakinan yang salah yang secara kokoh di pertahankan walaupun tidak di yakini oleh orang lain dan bertentangan dengan realitas normal (stuart dan sunden,1998 dalam buku yosep iyus yosep, keperawatan jiwa : 2009)

6 October 2013

Laporan Pendahuluan Keperawatan jiwa :Halusinasi



LAPORAN PENDAHULUAN
HALUSINASI

1.      Kasus (masalah Utama)
Persepsi didefinisikan sebagai suatu proses diterimanya rangsang sampai rangsang itu disadari dan dimengerti oleh penginderaan atau sensasi: proses penerimaan rangsang (Stuart, 2007).
Perubahan persepsi sensori ditandai oleh adanya halusinasi. Beberapa pengertian mengenai halusinasi di bawah ini dikemukakan oleh beberapa ahli:
Halusinasi adalah pengalaman panca indera tanpa adanya rangsangan (stimulus) misalnya penderita mendengar suara-suara, bisikan di telinganya padahal tidak ada sumber dari suara bisikan itu (Hawari, 2005).
Halusinasi adalah sensasi panca indera tanpa adanya rangsangan. Klien merasa melihat, mendengar, membau, ada rasa raba dan rasa kecap meskipun tidak ada sesuatu rangsang yang tertuju pada kelima indera tersebut (Izzudin, 2005).
Halusinasi adalah kesan, respon dan pengalaman sensori yang salah (Stuart, 2007).
Jenis Halusinasi adalah sebagai berikut:      

Ikuti dengan Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Informasi terpopuler