11 March 2014

Skripsi ; FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAN IBU DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN ANAK BALITA (1-5 TAHUN)



ABSTRAK

Muhammad Yalman Sani. “FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAN IBU DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN ANAK BALITA (1-5 TAHUN) DI RSIA SITTI FATIMAH MAKASSAR”
(Pembimbing I : Sitti Nurbaya, Pembimbing II : Hadia).

Peran ibu adalah sebagai “tiang rumah tangga” amatlah penting bagi terselenggaranya rumah tangga yang sakinah yaitu keluarga yang sehat dan bahagia, karena di atas yang mengatur, membuat rumah tangga menjadi surga bagi anggota keluarga, menjadi mitra sejajar yang saling menyayangi bagi suaminya (Heni Wijayanti, 2012). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan terhadap peran ibu dalam menstimulasi perkembangan anak balita (1-5 tahun) di RSIA Sitti Fatimah Makassar. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak balita (1-5 tahun) di RSIA Sitti Fatimah Makassar. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, didapatkan 38 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Data univariat diolah menggunakan uji Chi-square dengan koreksi Fisher’s exact-test hasil yang bermakna jika nilai p = 0,000 . ketentuan significancy apabila p < 0,05 dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasilnya analisis bivariat menunjukan bahwa pengetahuan (p = 0,040), pendidikan (p = 0,004), pekerjaan (p = 0,025), dan pendapatan (p = 0,052).
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan terhadap peran ibu dalam menstimulasi perkembangan anak balita (1-5 tahun) di RSIA Sitti Fatimah Makassar.


Kata Kunci : Peran ibu, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan. 

Untuk mendapatkan skripsi lengkapnya, hubungi disini

10 March 2014

Askep : LAPORAN PENDAHULUAN OSTEOPOROSIS


LAPORAN PENDAHULUAN
OSTEOPOROSIS
I.     KONSEP MEDIS
A.       Defenisi
Osteoporosis berasal dari kata osteo dan porousosteo artinya tulang, dan porousberarti berlubang-lubang atau keropos. Jadi, osteoporosis adalah tulang yang keropos, yaitu penyakit yang mempunyai sifat khas berupa massa tulangnya rendah atau berkurang, disertai gangguan mikro-arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat menimbulkan kerapuhan tulang (Tandra, 2009).
Menurut WHO pada International Consensus Development Conference, di Roma, Itali, 1992 Osteoporosis adalah penyakit dengan sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai perubahan mikroarsitektur tulang, dan penurunan kualitas jaringan tulang, yang pada akhirnya menimbulkan akibat meningkatnya kerapuhan tulang dengan resiko terjadinya patah tulang (Suryati, 2006).
Menurut National Institute of Health (NIH), 2001 Osteoporosis adalah kelainan kerangka, ditandai dengan kekuatan tulang mengkhawatirkan dan dipengaruhi oleh meningkatnya risiko patah tulang. Sedangkan kekuatan tulang merefleksikan gabungan dari dua faktor, yaitu densitas tulang dan kualitas tulang (Junaidi, 2007).
Osteoporosis adalah penyakit tulamg sisitemik yang ditandai oleh penurunan mikroarsitektur tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Pada tahun 2001,  National Institute of Health (NIH) mengajukan definisi baru osteoporosis sebagai penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh compromised bone strength sehingga tulang mudah patah (Sudoyo, 2009).

Ikuti dengan Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Informasi terpopuler