19 January 2013

Asuhan Keperawatan : Patologi Nifas

Assalamu alaikum. Kali ini saya akan berbagi ke pada kamu tentang Asuhan Keperawatan : Patologi Nifas,  semoga bisa memberikan manfaat buat menambah ilmu kamu tentang masalah keperawatan. Selamat membaca.
KONSEP MEDIS

Nifas ( Pueperium ) adalah masa mulai setelah persalinan selesai danberakhir selama 6 minggu atau 42 hari, merupakan waktu diperlukan untukpulihnya alat ± alat kandungan pada keadaan yang normal. Selama masa nifasdapat terjadi beberapa masalah yang terjadi. Ada 4 masalah utama yaitu: perdarahan post partum,infeksi masa nifas,tromboemboli,depresi pasca persalinan.


1.      PERDARAHAN POSTPARTUM
Perdarahan postpartum adalah perdarahan melebihi 500 ml yang terjadisetelah bayi lahir dalam masa 24 jam. Menurut waku terjadinya dibagi atas duabagian :a. perdarahan postpartum primer, terjadi dalam 24 jam setelah anak lahir.b. perdarahan postpartum sekunder, terjadi setelah 24 jam yang biasanya antarahari ke 5 sampai 15 postpartum.
Etiologi meliputi Atonia uteri dan Sisa plasenta ( 80%), Laserasi jalan lahir (20% ), Gangguan faal pembekuan darah pasca solusio plasenta.
Faktor resiko :
1. Partus lama
2. Overdistensi uterus ( hidramnion , kehamilan kembar, makrosomia )
3. Perdarahan antepartum
4. Pasca induksi oksitosin atau MgSO4
5. Korioamnionitis
6. Mioma uteri
7. Anaesthesia
Diagnosis
1.      Jumlah perdarahan pasca persalinan yang sesunguhnya sulit ditentukanoleh karena sering bercampur dengan cairan amnion, tercecer, diserapbersama dengan kain dan lain sebagainya.
2.      Perdarahan pervaginam yang profuse dapat terjadi sebelum plasentalahir atau segera setelah ekspulsi plasenta
3.      Perdarahan dapat terjadi secara profus dalam waktu singkat atau sedikitsedikit diselingi dengan kontraksi uterus.
Penatalaksanaan
Bila plasenta belum lahir Masase fundus uterus untuk memicu kontraksi uterus disertai dengan tarikan talipusat terkendali. Bila perdarahan terus terjadi meskipun uterus telah berkontraksi dengan baik, periksa kemungkinan laserasi jalan lahir atau ruptura uteri. Bila plasenta belum dapat dilahirkan , lakukan plasenta bimanual. Bila setelah dilahirkan terlihat tidak lengkap maka harus dilakukan eksplorasi cavum uteri atau kuretase.

2.      INFEKSI MASA NIFAS
Infeksi nifas adalah infeksi bakteri pada traktus genitalia, terjadi sesudahmelahirkan, ditandai kenaikan suhu sampai 38 derajat selsius atau lebih selama2 hari dalam 10 hari pertama pasca persalinan, dengan mengecualikan 24 jampertama. Istilah infeksi nifas mencakup semua peradangan yang disebabkanoleh masuknya kuman-kuman ke dalam alat-alat genital pada waktu persalinandan nifas. Infeksi nifas yang terjadi pada maternal dapat mengalami beberapaperkembangan penyakit, diantaranya adalah demam nifas, infeksi uterus  atau infeksi pada genitalia interna yang lain seperti terjadinya infeksi padaperineum,vulva,serviks,dan endometrium.

Etiologi
Bermacam-macam jalan kuman masuk ke dalam alat kandungan sepertieksogen (kuman datang dari luar), autogen (kuman masuk dari tempat lain dalamtubuh) dan endogen (dari jalan lahir sendiri). Penyebab yang terbanyak dan lebihdari 50% adalah streptococcus anaerob yang sebenarnya tidak patogen sebagai penghuni normal jalan lahir.
3.      INFEKSI GENITAL
Patogen potensial yang berada dalam vagina secara normal : Streptococcus anerobik Basil gram negatif anerobik ,Streptococcus hemolyticus (selain group A). Bakteri yang berasal dari organ visera sekitar : E Coli, Clostridium Welchii. Bakteri yang berasal dari organ yang jauh : Stafilokokokus ,Streptokus Hemolitikus Grup A Mycoplasma hominis

4.      INFEKSI NON GENITAL
Infeksi traktus urinarius : E Coli ,Infeksi mamme : stafilikokokus ,streptococcus haemoliticus anaerobic. Masuknya secara eksogen dan menyebabkan infeksi berat. Infeksi inibiasanya eksogen (ditularkan dari penderita lain, alat-alat yang tidak suci hama,tangan penolong, infeksi tenggorokan orang lain).staphylococcus aureus Masuknya secara eksogen, infeksinya sedang, banyak ditemukansebagai penyebab infeksi di rumah sakit dan dalam tenggorokan orang-orangyang nampaknya sehat. Kuman ini biasanya menyebabkan infeksi terbatas,walaupun kadang-kadang menjadi sebab infeksi umum.
·         Escherichia Coli
Sering berasal dari kandung kemih dan rektum, menyebabkan infeksiterbatas pada perineum, vulva, dan endometriurn. Kuman ini merupakan sebabpenting dari infeksi traktus urinarius
·         Clostridium Welchii
Kuman ini bersifat anaerob, jarang ditemukan akan tetapi sangatberbahaya. Infeksi ini lebih sering terjadi pada abortus kriminalis dan partus yangditolong oleh dukun dari luar rumah sakit.

Faktor- faktor pada persalinan yang dapat menjadi pemicu terjadinya infeksinifas:
1.      Partus lama
2.      Malnutrisi
3.      Semua keadaan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh, sepertiperdarahan yang banyak, pre eklampsia; juga infeksi lain sepertipneumonia, penyakit jantung, dsb.
4.      Perdarahan antepartum
5.      Kelelahan
6.      Kurang baiknya proses pencegahan infeksi
7.      Anemia
8.      Hygiene (dari penolong maupun maternal)
9.      Tindakan bedah vaginal yang menyebabkan perlukaan jalan lahir
10.  Proses persalinan bermasalah :Partus lama/macet, Korioamnionitis, Persalinan traumatic, Kurang baiknya pros pencegahan infeksi, Periksa dalam yang berlebihan, Tertinggalnya sisa plasenta, selaput ketuban dan bekuan darah.

Patofisiologi
Cara Infeksi:
1)      Tangan pemeriksa atau penolong yang tertutup sarung tangan padapemeriksaan dalam atau operasi membawa bakteri yang sudah ada dalamvagina ke dalam uterus. Kemungkinan lain ialah bahwa sarung tangan atau alat-alat yang dimasukkan ke dalam jalan lahir tidak sepenuhnya bebas dari kuman-kuman.
2)      Droplet infection. Sarung tangan atau alat-alat terkena kontaminasi bakteriyang berasal dari hidung atau tenggorokan dokter atau petugas kesehatanlainnya. Oleh karena itu, hidung dan mulut petugas yang bekerja di kamar bersalin harus ditutup dengan masker dan penderita infeksi saluran pernafasan dilarang memasuki kamar bersalin.
3)      Dalam rumah sakit terlalu banyak kuman-kuman patogen, berasal daripenderita-penderita dengan berbagai jenis infeksi. Kuman-kuman ini bisa dibawaoleh aliran udara kemana-mana termasuk kain-kain, alat-alat yang suci hama,dan yang digunakan untuk merawat wanita dalam persalinan atau pada waktu nifas.
4)      Koitus pada akhir kehamilan tidak merupakan sebab infeksi penting,kecuali apabila mengakibatkan pecahnya ketuban.
5)      Infeksi intrapartum, sering dijumpai pada kasus lama, partus terlantar,ketuban pecah lama, terlalu sering periksa dalam. Gejalanya adalah demam,dehidrasi, lekositosis, takikardi, denyut jantung janin naik, dan air ketuban berbauserta berwarna keruh kehijauan. Dapat terjadi amnionitis, korionitis dan bilaberlanjut dapat terjadi infeksi janin dan infeksi umumInfeksi nifas akibat plasenta tertinggal.

Patologi
Setelah persalinan,tempat bekas perlekatan plasenta pada dinding rahimmerupakan luka yang cukup besar untuk masuknya mikroorganisme.Patologi infeksi pueperalis sama dengan infeksi luka.infeksi itu dapat :
1.      Terdapat pada lukanyaa. Infeksi luka perineum Infeksi vaginac. Infeksi serviks/endometrium
2.      Infeksi menjalar dari luka ke jaringan sekitarnya
a.       Paremetritisc. Salpingitisd. PeritonitisInfeksi Luka perineuma. Infeksi vaginaLuka menjadi nyeri,merah dan bengkak akhirnya luka terbuka danmengeluarkan getah bernanah.
b.      Infeksi luka serviksJika lukanya dalam sampai ke parametrium, dapat menimbulkanparameritis.
c.       EndometritisInfeksi puerperalis paling sering menjelma sebagai endometritis. Setelahmasa inkubasi, kuman-kuman menyerbu ke dalam luka endometrium,biasanya pada bekas perlekatan plasenta. leukosit-leukosit segera membuat pertahanan dan keluarlah serum yang mengandung antigen sedangkan otot-otot berkontraksi dengan kuat, rupanya dengan maksud menutup aliran darah dan limfe. Ada kalanya endometritis menghalangi involusi.
d.      Tromboflebitis Penjalaran infeksi melalui vena,sering terjadi dan merupakan penyebabterpenting dari kematian karena infeksi puerperalis. Vena-vena yangbiasanya memegang peranan terhadap kasus ini hanyalah 2 golongan :
-          Vena dinding rahim dan lig.latum (v.ovarika.v.uterin, danv.hipogastrik) tromboflebitis pelvika
-          Vena tungkai ( v. femoralis,v.poplitea dan safena)Tromboflebitis femoralis.
e.       Sepsis puerperalis Sepsis puerperalis terjadi kalau setelah persalinan ada sarang sepsis dalam badan yang secara terus ± menerus atau periodic melepaskanmikroorganismae kedalam peredaran darah.
f.       PeritonitisInfeksi puerperalis melalui saluran getah bening dapat menjalar keperitoneum hingga terjadi peritonitis atau ke parametrium menyebabkanparametritis.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Golongan darah : menentukan Rh, golongan ABO, dan pencocokan silang.
Jumlah darah lengkap : menunujukkan penurunan hemoglobin/hematokrit (Hb/Ht)
Peningkatan jumlah sel darah putih (SDP) (perpindahan ke kiri, dan peningkatan laju sedimentasi menunjukan infeksi).
Kultur uterus dan vaginal : mengesampingkan infeksi pascapartum



KONSEP KEPERAWATAN

PENGKAJIAN
1.      Aktivitas/Istirahat :  Melaporkan kelelahan berlebihan
2.      Sirkulasi : Kehilangan darah pada kelahiran umumnya 400-500 ml (kelahiran per vagina), 600-800 ml (kelahiran sesaria), meskipun penelitian menunjukkan kehilangan darah sering dilecehkan.
3.      Riwayat anemia kronis, defek koagulasi kongenital/insidental, indiopatik trombositomia purpura.
4.      Integritas Ego : Mungkin cemas, ketakutan, khawatir.
5.      Seksualitas : Persalinan mungkin lama/ diaugmentasi atau diinduksi, mendadak/traumatik; penggunaan forsep, anestesia umum, terapi tokolitik.

DIAG NOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI
1.      Kekurangan volume cairan (kehilangan aktif) b.d kehilangan vaskular berlebihan.
Tindakan/Intrevensi
Rasional
-          Tinjau ulang catatan kehamilan dan persalinan/kelahiran, perhatikan faktor- faktor penyebab atau pemberat pada situasi hemoragi (mis : laserasi, fragmen plasenta tertahan, sepsis). Mulai infus atau I.V dari cairan isotonik atau elektrolit dengan kateter 18G atau melalui jalur vena sentral.
-           Berikan darah lengkap atau produk darah mis plasma, kriopresipitat, trombosit)sesuai indikasi. Berikan obat-obatan sesuai indikasi :Oksitosin, metilergononovin meleat, prostagladin F2alfa. Kaji dan catat jumlah, tipe dan sisi perdarahan, timbang dan hitung pembalut, simpan bekuan dan jaringan untuk dievaluasi oleh dokter.
-          Kaji lokasi uterus dan derajat
-          Rasional: Membantu dalam membuat rencana perawatan yang tepat dan memberikan kesempatan untuk mencegah atau membatasi terjadinya komplikasi. Perlu untuk infus cepat atau multipel dari cairan atau produk darah untuk meningkatkan volume sirkulasi dan mencegah pembukuan. Meningkatkan kntraktilitas dari uterus yang menonjol dan miometrium, menutup sinus vena yang terpajan, dan mengingkatkan hemoragi pada adanya atoni. Perkiraan kehilangan darah, arterial versus vena, dan adanya bekuan-bekuan membantu membuat diagnosa banding dan menentukan kebutuhan penggantian. Derajat kontraktilitas uterus membantu dalam diagnosa banding. Peningkatan kontraktilitas

2.      Perfusi jaringan, perubahan berhubungan .dengan Hipovelemia
Tindakan/Intervensi
Rasional:
-          Perhatikan Hb/Ht sebelum dan setelah kehilangan darah.
-          Kaji status nutrisi, tinggi dan berat badan.
-          Pantau tanda vital : catat derajat dan durasi episode hipo volemik.
-           Perhatikan tingkat kesadaran dan adanya perubahan perilaku.
-          Kaji warna dasar kuku, mukosa mulut, gusi, lidah,dan perhatikan suhu kulit. Kaji payudara setiap hari, perhatikan ada Atau tidaknya laktasi dan perubahan  pada ukuran payudara. - Pantau GDA dan kadar Ph
-          Berikan terapi oksigen sesuai kebutuhan Pasang jalan napas; penghisap sesuai indikasi. Nilai bandingan membantu menentukan beratnya kehilangan darah. Status yang ada sebelumnya dari ksehatan yang buruk meningkatkan luasnya cidera dari kekurangan oksigen. Luasnya keterlibatan hipoofisis dapat dihubungkan dengan derajat dan durasi hipotensi. Perubahan sensorium adalah indikator dini dari hipoksia. Pada kompensasi vasokontriksi dan pirau organ vital, sirkulasi pada pembuluh darah perifer diturunkan, yang mengakibatkan sianosis dan suhu kulit dingin. Kerusakan atau keterlibatan hipofisis anterior (Sindrom Sheehan) menurunkan kadar prolaktin, mengakibatkan tidak adanya produksi ASI. Membantu dalam mendiagnosa derajat hipoksia jaringan atau asidosis yang diakibatkan dari terbentuknya asam laktat dan metabolisme anaerobik. Maksimalkan ketersediaan oksige untuk transpor sirkulasi ke jaringan. Memudahkan pemberian oksigen.

3.       Ansietas yang berhubungan dengan krisis situasi, ancaman perubahan pada status kesehatan atau kematian, transmisi/penularan antar pribadi, respon fisiologis (pelepasan katekolamin).
Tindakan/Intervensi
Rasional:
-          Evaluasi respon psikologis serta persepsi klien terhadap kejadian hemoragi pasca partum. Klarifikasi kesalahan konsep.
-           Evaluasi respons fisiologis pada hemoragi pascapartum; mis., takikardi, takipnea, gelisah, atau iritabilitas.
-          Sampaikan sikap tenang, empati dan mendukung.
-          Berikan infofmasi tentang modalitas tindakan dan keefektivan intervensi.
-          Bantu klien dalam mengidentivikasi perasaan ansietas;
-           berikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan.
-           Kaji strategi koping dan implikasi jangka panjang dari episode hemoragi. (Rujuk pada DK : Menjadi orang tua, perubahan, risiko tinggi terhadap).
Rasional: Membantu dalam membentuk rencana perawatan. Persepsi klien tentang kejadian mungkin menyimpang, memperberat ansietasnya. Meskipun perubahan pada tanda vital mungkin karena respons fisiologis, ini dapat diperberat atau dikomplikasi oleh faktor-faktor psikologis. Dapat membantu klien mempertahankan kontrol emosional dalam berespons terhadap perubahan status fisiologis. Membantu dalam menurunkan transmisi ansietas antar pribadi. Informasi akurat dapat menurunkan ansietas dan ketakutan yang diakibatkan oleh ketidaktahuan. Pengungkapan memberikan kesempatan untuk memperjelas informasi, memperbaiki kesalahan konsep, dan meningkatkan perspektif, memudahkan proses pemecahan masalah. 
Itulah sedikit penjelasan tentang . Semoga kamu bisa mengambil manfaat di dalamnya. Kalau ada pertanyaan atau saran, silahkan tulis komentar kamu di kolom komentar di bawah. Temukan juga berbagai Asuhan Keperawatan, makalah, Skripsi keperawatan dll dari blog ini. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Terima kaih atas komentarnya

Ikuti dengan Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Informasi terpopuler